Tampilkan postingan dengan label TOKOH-OKOH ARSITEK DI INDONESIA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label TOKOH-OKOH ARSITEK DI INDONESIA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 25 April 2015

KARYA BANGUNAN MASJID KUBUS RIDWAN KAMIL

Masjid Kubus Desain Unik Karya Sang Walikota Ridwan Kamil

image
[pkscibitung/SB]-SEJAK selesai dibangun dan diresmikan pada 17 Ramadan 1431 H (27 Agustus 2010), bangunan yang terletak di kawasan Kota Baru Parahyangan, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, ini sudah mencuri perhatian masyarakat di Bandung Barat dan sekitarnya.
Bangunannya yang unik menjadikan bangunan ini mudah dikenali oleh masyarakat yang melintas di kawasan Kota Baru Parahyangan. Apalagi dari kejauhan pun bangunan ini terlihat menjulang karena lokasinya berada beberapa meter di atas jalan raya.
image
Nama masjid ini makin populer dan dikenal luas oleh masyarakat, bahkan dunia, sebab beberapa bulan setelah dibangun, masjid yang memiliki arsitektur memukau ini langsung menyabet penghargaan bergengsi tingkat dunia. National Frame Building Association memilih Masjid Al-Irsyad, nama masjid unik ini, menjadi satu-satunya bangunan tempat peribadatan di Asia yang masuk 5 besar Building of The Year 2010.
Perhelatan akbar yang melibatkan sekitar 15.000 orang arsitek di seluruh dunia ini menempatkan Masjid Al-Irsyad dalam kategori arsitektur religius. Hal yang lebih membanggakan lagi, masjid berbentuk kubus ini menjadi satu-satunya tempat peribadatan di luar gereja.
Jika biasanya masjid memiliki kubah, tidak demikian dengan Masjid Al-Irsyad. Masjid yang dirancang oleh salah seorang arsitek ternama Indonesia, Ridwan Kamil (Kini menjadi walikota Bandung;red), ini didesain mirip Kabah. Bangunan masjid yang berbentuk kubus terlihat begitu bersahaja. Namun penataan batu bata pada keseluruhan dinding masjid terlihat sangat mengagumkan.
image
Batu bata yang disusun sedemikian rupa sehingga berbentuk lubang atau celah di antara bata solid, jika dilihat dari kejauhan, akan menghadirkan lafaz Arab yang terbaca sebagai dua kalimat tauhid (Laa ilaha illallah Muhammad Rasulullah, yang artinya tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah).
Selain memiliki fungsi artistik, lubang-lubang itu juga berfungsi sebagai ventilasi udara. Menjelang malam, ketika lampu di dalam masjid mulai dinyalakan, sinar lampu akan menerobos celah ventilasi sehingga jika dilihat dari luar tampak seperti masjid yang memancarkan cahaya berbentuk kalimat tauhid. Benar-benar sangat mengagumkan.
“Jika dilihat dari dalam seperti susunan batu bata yang berantakan. Tapi jika dilihat dari kejauhan, lubang angin itu akan membentuk tulisan kalimah tauhid,” ujar Ketua DKM Masjid Al-Irsyad, Dr Ahmad Hairudin Murtani PhD, saat ditemui Tribun di Masjid Al-Irsyad, Kota Baru Parahyangan.
image
Secara keseluruhan, masjid seluas 1.871 meter persegi itu hanya memiliki tiga warna, yaitu putih, hitam, dan abu-abu. Susunan tiga warna tersebut tidak menjadikan masjid ini kehilangan daya tariknya. Justru, ketiga warna itu menjadikan masjid ini tampil lebih cantik, modern, simpel, tapi tetap elegan dan enak dipandang mata.
Di dalam interior masjid dipasang 99 buah lampu, sebagai simbol 99 nama Allah atau (asmaul husna). Tiap lampu yang berbentuk kotak itu memiliki sebuah tulisan nama Allah.
Ruang salat di masjid yang mampu menampung sekitar 1.500 orang jemaah ini tidaklah memiliki tiang atau pilar di tengah ruangan untuk menopang atap sehingga seakan terasa begitu luas. Hanya empat sisi dinding yang menjadi pembatas sekaligus penopang atapnya. Celah-celah angin pada empat sisi dinding masjid berbentuk segi empat itu menjadikan sirkulasi udara di ruang masjid begitu baik sehingga tidak terasa gerah atau panas di dalamnya meskipun AC atau kipas angin tak terpasang di dalam masjid.
Bentuk mihrab di masjid ini juga dirancang sebagai tempat menghadap Allah dengan konsep “keindahan alam dan kebesaran Allah” di mana mihrab terbuka langsung menghadap gunung dan langit tanpa adanya dinding apa pun di bagian kiblat masjid ini. “Bagian imam ini sengaja tanpa dinding. Artinya menggambarkan bahwa setiap makhluk yang salat dia akan menghadap Allah,” kata Ahmad.
Halaman masjid pun ditata sedemikian rupa dengan filosofis Kabah. Lanskap dan ruang terbuka sengaja dirancang berbentuk garis-garis melingkar yang mengelilingi bangunan masjid. “Lingkaran-lingkaran yang mengelilingi masjid itu terinspirasi dari konsep tawaf yang mengelilingi Kabah,” ujarnya.
Setiap hari masjid ini tak hanya dikunjungi oleh masyarakat di sekitar Bandung, juga dari seluruh nusantara. Bahkan, ribuan orang dari berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Timur Tengah, Belanda, Australia dan beberapa negara Eropa lainnya rela jauh-jauh untuk melihat keunikan dan desain futuristik Masjid Al-Irsyad ini.
“Masjid ini bahkan sudah jadi tujuan studi para mahasiswa arsitektur di seluruh dunia karena masjid ini penuh dengan konsep arsitektur kelas dunia,” kata Ahmad.
Menurut Ahmad, meski ribuan orang hilir-mudik dan keluar-masuk masjid, para pengunjung tak perlu khawatir masjid menjadi kotor atau terkena najis. Sebab, masjid itu dijaga kebersihannya selama 24 jam penuh. Untuk kebersihan saja, kata Ahmad, pengurus DKM setiap bulannya menghabiskan biaya operasional sebesar Rp 19 hingga Rp 20 juta.

“Dengan menerapkan manajemen masjid yang profesional sejak berdiri, alhamdulillah masjid ini selain indah juga sangat makmur dan selalu dikunjungi banyak orang,” ujar Ahmad Hairudin. (tribunnews)

KARYA BANGUNAN ZAHA HADID

Zaha Hadid; Arsitek Muslimah Terbaik Dunia

Seorang wanita muslimah kondang, Zaha Hadid ditantagn untuk membangun gedung spektakuler baru. Zaha akan mengawal pembangunan pusat penelitian sekalian perpustakaan untuk dokumen kekejaman Khmer Merah di masa 1970-an. Bangunan bernama Sleuk Rith Institute itu bakal didirikan di pusat ibu kota Kamboja, Phnom Penh.
Muslimah ini menginspirasi muslimah lainnya, wanita yang lahir 31 Oktober 1950, di Baghdad, Irak. Di besarkan di salah satu bangunan pertama Baghdad Bauhaus. Dia merupakan alumni jurusan matematika Beirut, dan anggota Asosiasi Arsitektur Arsitektur di London.
Arsitek Wanita Populer yang berani, julukan Zaha Hadid juga sebagai tonggak eksistensi desain-desain futuristik serta menggabungkannya dengan tehnologi mambuat namanya selalu dikenang di selama hidup didunia arsitektur, latar belakangnya yang seseorang pakar matematika membuatnya berani mebuat desain-desain ekstrim.
Zaha Hadid kini menjadi arsitek paling populer didunia. Bangunannya pernah dinominasikan untuk Penghargaan bergengsi termasuk juga MAXXI (2010), Stasiun Kereta Api Kabel Nordpark (2008), Phaeno Science Centre (2006) serta BMW Central Building (2005).
Style design dari seseorang Zaha Hadid dapat dimaksud design yang berani, kontempror, organik, inovatif. memakai tehnologi dengan material yang jauh dari kata ‘biasa’.
Pada tahun 2004, Zaha Hadid dinobatkan menjadi muslimah pertama serta pertama penerima Pritzker Architecture Prize, setara Nobel arsitektur, dari dewan redaksi Encyclopædia Britannica. Pada tahun 2006 ia memperoleh kehormatan dengan retrospektif meliputi semua pekerjaan nya di Museum Guggenheim di New York, th. itu ia juga terima Gelar Kehormatan dari Kampus Amerika di Beirut.
Pada 2010 ia dinobatkan majalah Time juga sebagai pemikir yang memiliki pengaruh dalam survey tahunan mereka dari “50 Dunia Angka Paling Punya pengaruh 2010″. Pun demikian, Zaha Hadid memenangkan Hadiah Stirling dua tahun.
Kantor Zaha Hadid berpusat di London, Inggris. Dia menyelesaikan 950 projects dari 44 negara, serta memiliki 300 staf dari 55 negara yang berbeda. Berikut beberapa karya Zaha Hadid:
London Aquatic Center, usai 2011 – direncanakan juga sebagai Gelanggang Renang untuk Olimpiade Musim Panas 2012 di London. Rencana bentuk bangunan di inspirasi dari geometri air yang bergerak, sesuai dengan lingkungan sungai di Olympic Park London.
Sheikh Zayed Bridge, Abu Dhabi, usai 2010 – jembatan sebagai kebanggaan pemerintah serta rakyat UAE yaitu jembatan dengan susunan kantilever tanpa ada kabel. Jembatan dengan 2 arah 4 jalur ini menggantung pada susunan baja lengkung raksasa yang dibuat seperti ombak.
Salah satu karya Zaha Hadid
Salah satu karya Zaha Hadid
King Abdullah Petroleum Studies and Research Center (KAPSARC), Riyadh, KSA, gagasan usai th. 2012 – bangunan riset minyak punya ARAMCO ini mempunyai rencana yang mengagumkan, bukan sekedar direncanakan juga sebagai green building yang irit daya, namun juga memiliki bentuk yang seperti paduan crystal yang nampak dari lingkungan gurun.
MAXXI : Museum of XXI Century Arts, Roma, Italia, usai 2009 – jadikan museum juga sebagai objek bangunan yang bisa dibuka seluruhnya kelompok. Bentuk bangunannya yang fluid tak memberi batas pada ruangan eksterior serta interior.
Abu Dhabi Performing Arts Center – ditujukan untuk semua bentuk pertunjukan seni di UAE, theater, music hall, concert hall, serta opera house. Di ciptakan dengan bentuk yang ’sculptural’ seakan karya seni pahat yang berdiri megah menngarah ke laut.


TOKOH - TOKOH ARSITEKTUR DI INDONESIA

Profile Tokoh Arsitek-arsitek Terkenal Indonesia

ORANG - ORANG YANG MENGGILA KARYA BANGUNANYA DI INDONESIA MAUPUN LUAR NEGERI

M. Ridwan Kamil
 

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfn8nLJPNFm0zHFUo7vTTjVZ8BIezcG_Dd_6chrpSBBoM01hdOC4nl_FV9hSdufrcbXvh92dZfVPbs7FAV4mslxHyTGjgSfcfHcvpIHzSsE4KFoP6C1vDVsS-xq2haZPLBpZwPCr-wnhI/s200/ridwan+kamil.jpg
Biodata
Nama        :  M. Ridwan Kamil
Lahir       :  Bandung, 4 Oktober 1971
Jabatan     :
   
•    Prinsipal PT. Urbane Indonesia
•    Dosen Jurusan Teknik Arsitektur Institut Teknologi Bandung
•  Senior Urban Design Consultant SOM, EDAW (Hong Kong & San Francisco),  SAA (Singapura)
Pendidikan    :
•    Teknik Arsitektur, Institut Teknologi Bandung
•   Master of Urban Design, College of Environmental Design, University of California, Berkeley AS

Award :
2004 Winner of International Design Competition
2004 Islamic Center, Beijing, RRC
2005 Winner of International Design Competition
2005 Waterfront Retail Masterplan, Suzhou, RRC
2005 Winner of International Design Competition
2005 Kunming Tech Park, Kunming, RRC
2006 Winner Internatonal Young Design Entrepreneur of The Year versi British Council
Indonesia
2007 Winner of International Design Competition for Aceh Tsunami Museum
2008 Top Ten Architecture Business Award dari BCI Asia
2009 Top Ten Architecture Business Award dari BCI Asia
2009 Architect of The Year dari Elle Decor Magazine

  Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil banyak menghasilkan karya arsitektur di berbagai negara seperti di Singapura, Thailand, Bahrain, Cina, Vietnam, Uni Emirat Arab dan tentu saja di Indonesia. Umumnya proyek ini berupa pengembangan kawasan perkotaan seluas 10-1000 ha atau disebut sebagai mega proyek.

  Beberapa contoh proyek yang ditangani Emil diantaranya Marina Bay Waterfront Master Plan di Singapura, Sukhotai Urban Resort Master Plan di Bangkok, Ras Al Kaimah Waterfront Master di Qatar, juga district 1 Saigon South Residential Master Plan di Saigon, Shao Xing Waterfront Masterplan (China), Beijing CBD Master Plan, dan Guangzhou Science City Master Plan.

  Sementara di Jakarta Emil bekerja untuk Proyek Superblok Rasuna Epicentrum, dari lahan seluas 12 hadibangun Bakrie Tower, Epicentrum Walk, perkantoran, ritel, dan pantai. Sebelum itu ia juga merancangmereka Universitas Tarumanegara Tower I, Al-Azhar International School di Kota Baru Parahyangan,Bandung, dan Grand Wisata Community Club House di Jakarta, Kalimantan Timur Pupuk IT Center balikpapan, dan banyak lagi.

Budi Pradono

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEijkI_hyyyvcQW1nAaSxucy0WrYKY60yfs86e2_6NybDbKis5b2RJl_LuYR_ZsSutg5lXJOv06WObS87RQHhfomPdAz36p9Gw9I_vmdQ1dSJdk900sA7HvHkF-R1RI8Gmz1Cc3IzBmTig4/s200/Budi-Pradono-.jpg

 
Biodata
Nama                    : Budi Pradono
Lahir                   : Salatiga, Jawa Tengah 1970
Pendidikan dan karir    :
•    1995        lulusan Arsitektur Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta
•    1995 – 1996     Bekerja di Biro Arsitek Beverley Garlick Architects, Sydney
•    1996 – 1999     Bekerja di Konsultan Desain Internasional
•    1999         Mendirikan Biro Arsitek Budi Pradono
•    1999 – 2000    Mengajar di Jurusan Arsitektur Universitas Indonesia, Jakarta
•    2000 – 2002     Bekerja di Kengo Kuma & Associates, Tokyo
•    2002 – 2003     Menyelesaikan program Pasca Sarjana di Berlage Institute, laboratory of
architecture, Rotterdam

Award       :
1993 Meraih Juara kedua untuk Dani Tropy in the National Student Architecture Competition. “Conservation Of The Dani tribe settlement”, Irian Jaya, Indonesia
1993 Pemenang hadiah utama dari National Architectural Design Competition for the Loji Kecil Area of Yogyakarta
2000 Penghargaan sebagai Arsitek Muda Berbakat dalam The Bunka Cho fellowship (Japan Architecture Institute)
2000 Finalis The “City for All “Desain Kota Dirgantara – Halim, Jakarta
2004 Pemenang Proyek Leisure Future Project, City Scape Architectural Review Award Dubai for Restaurant at Jimbaran, Bali
2004 Pemenang Proyek komersial, City Scape Architectural Review Award Dubai for Tetaring Kayumanis Restaurant Nusa Dua, Bali
2005 Meraih Juara ketiga One Stop Shopping Gallery Jakarta Kota, Architectonia Indonesia Design Magazine
200 Honourable mention, Penghargaan AR  untuk Emerging Architecture, London

  Budi Pradono adalah seorang arsitek muda yang memenangkan banyak penghargaan lewat konsep ‘arsitektur hijau’. Pada tahun 2005 karyanya pernah diliput a+u, majalah arsitektur dan urbanisme Jepang yang menjadi benchmark bagi para arsitek. Bukan saja karena publikasi tersebut selalu mengangkat isu terkini dan menampilkan karya spektakuler arsitek dunia, tapi juga karena penyebarannya yang mendunia.

  Menurut Budi profesi arsitek saat ini sedang mengalami tekanan yang kuat untuk melakukan perubahan besar dalam metode merancang dan juga melakukan absorbsi teknologi yang cepat agar dapat menghasilkan rancangan yang kontemporer yang berorientasi pada Arsitektur Hijau (green architecture), yang lebih tanggap pada isu-isu lingkungan. Saat ini Best Practice selalu dikaitkan dengan etika arsitek dalam mengantisipasi pemanasan global, penghematan energi, dan pengelolaan lingkungan yang lebih bertanggungjawab.

  Saat menjelaskan tentang green design, Budi Pradono menggunakan contoh-contoh dari desain yang ia hasilkan, baik yang menurutnya ‘green’ atau ‘tidak green’. Profesi arsitek dewasa ini menuntut kita untuk melihat ‘green’ sebagai kesatuan dalam desain bangunan, dimana sekarang ini banyak award khusus diberikan pada bangunan yang ‘green’ dengan berbagai kriteria. ‘Green’ dapat diinterpretasikan sebagai sustainable (berkelanjutan), earthfriendly (ramah lingkungan), dan high performance building (bangunan dengan performa sangat baik). Ukuran ‘green‘ ditentukan oleh berbagai faktor, dimana terdapat peringkat yang merujuk pada kesadaran untuk menjadi lebih hijau.

  Budi Pradono menjelaskan tentang konsep ‘green‘ dalam rancangannya melalui contoh, misalnya pada rancangan Bloomberg Office, dimana diterapkan desain yang mendukung pencahayaan alami dapat bermanfaat untuk keseluruhan lantai kantor, penggunaan alat yang dapat mendeteksi cahaya alami untuk mengurangi penggunaan pencahayaan buatan, yang merupakan salah satu contoh efisiensi pencahayaan.

Ir. Isandra Matin Ahmad

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3VHBMmGsgT1nlC7OMwGz8itu0d6eWuy-SRX_rQBN0_Jn9Y1aoXiRUWB-IJxzGSfgZ93syBhNhPocsFCqWL2K2FjQTjDD8djcaJe3U4-oX2Z0dzdpFugr4XP1a0queV3dBKuoeiyCmOL8/s200/andra_matin.jpg

 
Biodata
Nama  : Ir. Isandra Matin Ahmad
Lahir : Bandung 1962

Pendidikan dan karir :
• 1988 Lulus dari Universitas Parahyangan, Bandung
• 1990-1998 Bekerja di PT. Grahacipta Hadiprana, Jakarta
• 1998 Mendirikan Andra Matin Architect (AMA), Jakarta
• Telah mengajar di Universitas Indonesia, Universitas Parahyangan, Institut Teknologi  Bandung dan Universitas Tarumanagara.
• 1998 Proyek Le Bo Ye Graphic Design Office, Jakarta Selatan
• 1999 Proyek Paper Gallery, Bandung
• 1999 Gedung Dua8 Ethnology Museum, Kemang, Jakarta Selatan
• 2001 Proyek Ak’sara Bookstore, Kemang, Jakarta Selatan
• 2002 Proyek Ramzy Gallery, Bangka, Jakarta Selatan
• 2005 Pameran Bienalle

Award  :
·         1999 Penghargaan IAI untuk proyek Gedung kantor Le Bo Ye Graphic Design dan Gedung Dua8 Kemang, Jakarta Selatan.
·         2002 Penghargaan IAI untuk proyek Gedung kantor Le Bo Ye Graphic Design dan Gedung Dua8 Kemang, Jakarta Selatan
·         2006 Penghargaan IAI DKI Jakarta untuk proyek Conrad Chapel di Bali yang dirancangnya bersama Antony Liu dan Ferry Ridwan
·         2006 Penghargaan IAI DKI Jakarta untuk proyek rumah tinggal di Kuningan, Jakarta Selatan
·         2006 Penghargaan IAI DKI Jakarta untuk proyek kantor Javaplant di Tawangmangu, Jawa Tengah
·         2007 terpilih sebagai salah satu arsitek dari 101 arsitek baru dunia paling berkiprah di tahun 2007 versi' walpaper* architecture directory.

  Isandra Matin Ahmad adalah seorang arsitek yang karya-karyanya menerima banyak penghargaan sejak mendirikan Andra Matin Architects pada tahun 1998. meraih IAI (Ikatan Arsitek Indonesia) Award pada tahun 1999 dan 2002 untuk Gedung kantor Le Bo Ye Graphic Design dan Gedung Dua8 di Kemang, Jakarta Selatan. Untuk itu juga pada tahun 2007 Walpaper Architecture Directory menobatkan Andra Matin sebagai salah satu arsitek, dari 101 arsitek dunia, yang paling berkiprah di tahun 2007. Terakhir, pada tahun 2008 Pak Andra kembali berhasil menyabet 3 piala dari 7 penghargaan yang ada pada IAI Award.

  Arsitektur Andra Matin adalah arsitektur yang sinematik. Arsitektur sebagai sebuah peristiwa ditata ke dalam alur pengalaman yang tersusun dalam sekuens, sehingga pemahaman (pemahaman mungkin bukan kata yang tepat) akan keseluruhan cerita “ditunda”, tidak terpahami langsung dalam waktu yang bersamaan. Jika arsitektur pada umumnya telah menstandarkan atau mendatarkan emosi dengan cara menghilangkan ekstrim dari spektrum emosi manusia, maka arsitektur Andra Matin “memaksa” kita meminjamkan emosi kita, dan meletakkannya di sana. Ia terasa hadir justru bukan semata-mata dari eksistensi materialnya, melainkan pada imaji-imaji dan perasaan-perasaan yang ditimbulkan pada yang mengalaminya. Dengan demikian, ia membuat kita merasakan adanya keterikatan pada tempat, waktu, dan terutama pada diri kita sendiri, secara lebih kuat dan bermakna.


Baskoro Tedjo

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhFLC1MWsSAjoZ7vffjsznD9132Bzxr3cq3y0j7CvVqnZ0kOLwOy3rGMH5ohyphenhyphenhMBuaxsGUxz1SuPL3ubx7WxA4aiyfHs-f-u9qF-ie5PL2Pm9SMwrOjPZslpbSESUkwBkfL764jM0rfiaY/s200/baskoro+tedjo.png
 

Biodata

Nama                : Baskoro Tedjo
Tempat Tangal Lahir : Semarang, November 30, 1956
Pendidikan          :
·         1964-1969  SD Randusari I Semarang, Indonesia
·         1970-1972  SMPN II Semarang, Indonesia
·         1973-1975  SMAN I Semarang, Indonesia
·         1976-1982  Bandung Institute of Technology, Indonesia (Bachelor)
·         1987-1989  Poly University New York, USA (Master of Arts)
·         1995-1999  Osaka University, Japan  (PhD)

Pengalaman Bekerja :
·         1982-1984: Asisten Dosen, Departemen Arsitektur – Institut Teknologi Bandung
·         1985: Anggota Tim Teknis Indonesia untuk Expo 86 Vancouver, Kanada
·         1986: Diangkat sebagai Staf Kuliah dari Departemen Arsitektur - Institut Teknologi Bandung
·         1987-1989: Master program di Poly University, New York, Amerika Serikat, di bawah beasiswa Fulbright
·         1990-1995: Dosen Departemen Arsitektur - Institut Teknologi Bandung dan arsitek PT Atelier Enam, Bandung
·         1995-1999: Program PhD di Osaka University, Jepang di bawah beasiswa OECF
·         2000-sekarang: Dosen Departemen Arsitektur - Institut Teknologi Bandung dan Staf Ahli PT Bita Bandung, arsitek untuk Baskoro Tedjo & Associates
 
  Baskoro Tedjo (1958). Menyelesaikan pendidikan sarjana arsitektur di Program Studi Arsitektur ITB, master of science pada bidang Environment & Behavior di Politechnic University of New York dan mendapatkan gelar Ph.D di Department of Architecture, Osaka University. Pada Program Studi Sarjana Arsitektur ITB menjadi penanggung-jawab kuliah Desain Visual dan Prilaku Lingkungan. Pada Program Studi Magister Arsitektur menjadi pengampu Studio Perancangan Arsitektur dan pembimbing serta penguji tesis desain dan juga tesis riset. Topik-topik riset yang diminati tentang perancangan arsitektur, pendekatan prilaku pada perancangan dan arsitektur monumental. Selain mengajar di kampus, juga aktif di praktek profesi. Terkenal di kalangan praktisi, akademisi dan mahasiswa arsitektur di Indonesia karena mendapatkan penghargaan IAI (IAI Award 2002, Selasar Sunaryo Art Space), memenangkan sayembara-sayembara bergengsi tingkat nasional dan sering diundang sebagai pengisi kuliah tamu dan pembicara dalam seminar-seminar arsitektur.

yup mereka merupakan Arsitektur terkenal di Indonesia dan saat ini gemar diperbincangkan didalam dunia Arsitektur dan masih banyak lagi diantaranya :

Hendra Hadiprana, A.D. TARDIYANA, RIZAL, YORI ANTARYu Sing, Achmad Djuhara, Budiman Hendropurnomo, Julio Julianto, Yoseph Hengky & associates, Sonny Sutanto, Daniel Sandjaja, Salim Abdullah, Tan Ciang Ai, Cosmaz D Gozali,

MAAF CUMA BISA NGASIH INI YANG SAYA TAU SEMOGA ANDA BISA MENGGANTIKAN MEREKA ATAU LEBIH DARI MEREKA KARYA KARYA ANDA (AMIIINNNN...).



pampbudhi